Agresifitas China Karena Fragmentasi Sikap Indonesia
JAKARTA - Beritabatam.com | Sikap tegas yang diperlihatkan Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, ketika menerima Menteri Luar Negeri RRC, Wang Yi, di Pejambon, Rabu sore (13/1/2021), diapresiasi kalangan akademisi di tanah air.
Dalam pertemuan itu, Menlu Retno Marsudi mengingatkan kembali arti penting menjaga perdamaian dan stabilitas di perairan Laut China Selatan dengan menghormati hukum internasional United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982.
Dosen hubungan luar negeri dari UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, mengatakan, ketegasan Menlu Retno Marsudi memang perlu disampaikan langsung di hadapan Menlu China dengan harapan China mengkoreksi agresifitas yang mereka perlihatkan beberapa tahun belakangan ini.
“Kita berharap, pemerintahan Partai Komunis China di Beijing semakin menyadari bahwa agresifitas mereka telah memicu ketegangan dan mengganggu kedaulatan negara lain, dan semoga mereka semakin mengerti bahwa diperlukan upaya dan penghormatan bersama terhadap hukum internasional di kawasan,” ujar Teguh Santosa dalam keterangan.
Agresifitas China di perairan Laut China Selatan dimulai dengan klaim sepihak yang dilakukan China pada 2009 atas perairan yang mereka masukkan ke dalam wilayah yang dibatasi sembilan garis-putus atau dashed-lines.
Sebelum itu, di tahun 2006 China meningkatkan anggaran pertahanan berkali-kali lipat, yang dianggap oleh banyak kalangan sebagai sinyal konsolidasi kekuatan militer China.
Bukan Isu Baru
Teguh Santosa dalam keterangannya juga mengatakan bahwa nine dashed-lines bukan isu baru. Setelah Perang Dunia Kedua, klaim yang sama juga pernah disampaikan China. Saat itu China menggunakan sebelas garis-putus.
Namun, menurut pengampu mata kuliah politik di Asia Timur itu, civil war antara Partai Komunis China dan Kuomintang membuat obsesi atas nine dashed-lines terabaikan untuk sementara waktu.
Setelah PKC memenangkan perang saudara dan memaksa Kuomintang melarikan diri ke Taiwan pada tahun 1949, isu nine dashed-lines pun tidak segera muncul ke permukaan.
Daratan China yang dikuasai Partai Komunis China masih sibuk mengkonsolidasi diri. Sementara di saat bersamaan, PBB masih mengakui Republik China dan Kuomintang di Taiwan sebagai Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB.
Kepercayaan diri PKC yang berkuasa di RRC mulai bangkit setelah normalisasi hubungan dengan Amerika Serikat pada kurun 1971-1972, yang diikuti dengan pencopotan keanggotaan Taiwan di PBB dan berbagai lembaga multilateral lainnya.
Pun begitu, sampai babak ini, China masih belum menjadikan nine dashed-lines sebagai salah satu isu utama.
“RRC dan PKC semakin yakin setelah krisis moneter dan ekonomi di akhir 1990an, dan krisis yang sama di tahun 2008, mengganggu pondasi ekonomi negara-negara di kawasan,” ujar Teguh Santosa yang pernah menjadi Ketua bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
“Apalagi, Amerika Serikat memutuskan untuk menutup dua pangkalan militer di Filipina, Subic Bay dan Clark Air Base, pada 1992, menjadikan kawasan di Laut China Selatan seakan ruang kosong,” masih ujar mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) itu.
Mantan Wakil Rektor Universitas Bung Karno (UBK) itu mencontohkan kasus yang terjadi antara Filipina dan China. Di tahun 2013 Filipina yang terganggu dengan agresifitas China mengajukan gugatan ke tribunal internasional Permanent Court of Arbitration (PCA) di Belanda.
Namun China tidak menganggap ada gugatan itu, juga tidak menganggap ada keputusan PCA yang memenangkan Filipina. Sebaliknya, secara sepihak, China malah membangun pangkalan dipulau-pulau atol yang ada di kawasan itu.
Pesmistis China Mau Mengerti
Berdasarkan pengalaman Filipina itu, di sisi lain Teguh Santosa mengatakan, dirinya pesimistis China mau mengerti dan mau menganggap ketegasan yang disampaikan Menlu Retno Marsudi.
Seperti telah diketahui dan tengah menjadi pembicaraan masyarakat, hanya beberapa jam setelah pertemuan Menlu RI Retno Marsudi dan Menlu China Wang Yi, Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI menemukan kapal milik China di perairan Selat Sunda.
Kapal itu dikenali sebagai kapal survei Xiang Yang Hong yang tengah melaju dengan kecepatan 10,9 knots menuju ke baratlaut. Menurut Bakamla, kapal Xiang Yang Hong mematikan automatic identification system (AIS) yang mereka miliki saat berada di perairan Natuna sehingga lolos memasuki wilayah Indonesia.
Menurut penilaian Teguh, China berani bermain-main dengan Indonesia karena mengerti fragmentasi sikap Indonesia terhadap negara itu.
“China paham benar bahwa Indonesia menganggap mereka sebagai teman yang bisa diandalkan di tengah situasi ekonomi yang tidak baik dan pandemi Covid-19,” kata Teguh Santosa lagi.
“Di saat yang sama, China paham Indonesia tidak sungguh-sungguh memilih jalan kedaulatan untuk mengurangi dan menghilangkan ketergantungan akan hal-hal substansial pada negara lain. Jadi wajar kalau mereka tetap besar kepala,” demikian Teguh Santosa. (*)
Follow & Subscribe
Berita Populer
-
UNDANI 'KEPALA SEKSI PELAYANAN DAN INFORMASI BEA & CUKAI KPU TIFE B KOTA BATAM' BATAM - BERITABATAM.COM - Akibat dari pemberi...
-
Maria Pauline Lumowa, Buronan Pembobol Bank BNI Tiba di Indonesia JAKARTA - Beritabatam.com | Buronan pembobol kas Bank BNI senila...
-
Pemilik Bruno Pet Clinik Batam Merasa Dirugikan Atas Postingan Akun IG @kikyalessa22 BATAM - Beritabatam.com | Yuli Angkasa alias Awang pem...
Label
- AC Milan (1)
- Ahok (2)
- amerika serikat (1)
- Amuntai (1)
- Analisis (1)
- Anambas (33)
- artis (1)
- As (1)
- Bali (1)
- Banda Aceh (4)
- Bandung (7)
- Bangkalan (1)
- Banjarmasin (1)
- bata (1)
- batam (1888)
- bawah umur (2)
- Bayern Munchen (1)
- Bayolali Jawa tengah (1)
- Belanda (1)
- bencan alam (1)
- bencana (34)
- Bengkalis (80)
- Bengkulu (1)
- ber (1)
- Berita (30)
- Berita Terkini (2602)
- beritapolisi (213)
- bintan (579)
- Bisnis (30)
- Bogor (1)
- bola (3)
- Bola Kaki (7)
- BP Batam (191)
- bright PLN (42)
- Budaya (7)
- Bukittinggi (1)
- Buruh (5)
- covid 19 (2)
- Dabo Singkep (1)
- daerah (47)
- Danlantamal IV (91)
- DPRD Batam (55)
- dunia (26)
- ekonomi (154)
- ekonomi & Kesehatan (1)
- Energi (8)
- Entertainment (5)
- fokus (12)
- Futsal (1)
- Galeri Foto (4)
- Garut (1)
- Gaya Hidup (63)
- gunung meletus (1)
- haji (1)
- Harga (1)
- headline (18)
- hiburan (28)
- Histori (2)
- hot (5)
- hukum (94)
- ikatan cinta (1)
- India (2)
- industri tekstil (1)
- Informasi (2)
- intermilan (1)
- Internasional (106)
- istanbul (1)
- Jakarta (640)
- jasmani (4)
- Jawa Barat (10)
- Jawa Tengah (14)
- jawa timur (2)
- Jember (1)
- JMSI (24)
- jogja (7)
- Jokowi (5)
- Jose Mourinho (1)
- Kalimantan Barat (3)
- Kalimantan Timur (1)
- Kalteng (1)
- Karachi (1)
- karawang (1)
- karimun (136)
- keamanan (1)
- kebersihan (1)
- Kendal (1)
- kepri (2764)
- Kesehatan (184)
- Keuangan (45)
- konflik (2)
- Korupsi (19)
- Kriminal (118)
- Kubu Raya (1)
- Kuliner (4)
- Lantas (4)
- Liga Inggris (1)
- Liga Spanyol (1)
- Lingga (21)
- Lingkungan (44)
- Luhut Binsar Panjaitan (1)
- Lumajang (1)
- Makasar (3)
- Makro (2)
- Malaysia (1)
- Mamuju (2)
- Manado (2)
- Manfaat (1)
- Martapura (1)
- Masyarakat (7)
- Mauricio Pochettino (1)
- Medan (5)
- Menteri Kesehatan (1)
- Menteri Perhubungan (1)
- Moskow (1)
- Narkotika (40)
- nasional (603)
- Natuna (43)
- Oknum kades (1)
- olahraga (25)
- Opini (2)
- Otomotif (3)
- Pajak (1)
- Pakistan (1)
- palembang (1)
- Palu (1)
- PAN (1)
- Parepare (1)
- Pariwisata (2)
- PDI Perjuangan (1)
- Pekerjaan (1)
- pelecehan (4)
- pelecehan seksual (1)
- Pematangsiantar (1)
- pembunuhan (4)
- pemerintahan (4)
- pemerkosaan (1)
- Pemko Batam (78)
- Pendidikan (40)
- penipuan (3)
- peraturan (1)
- Peristiwa (149)
- Peristiwa ekonomi (1)
- Pertamina (3)
- politik (43)
- Pontianak (1)
- Portugal (1)
- Prancis (1)
- produk (1)
- PSI (1)
- Real Madrid (1)
- Riau (112)
- Rusia (1)
- Sains (3)
- Salawesi Tenggara (1)
- Semarang (2)
- Senam (2)
- Seni (1)
- Serang (1)
- Sermon (66)
- Singapura (4)
- Singkawang (1)
- Solo (6)
- Sosial (44)
- Sport (20)
- Sukabumi (1)
- Sulawesi Barat (2)
- Sumatera Barat (3)
- Sumatra Utara (2)
- Sumedang (3)
- Tanjungpinang (1395)
- Tanjungpura (3)
- Tanjunguban (23)
- tawuran (1)
- teknologi (20)
- Terorisme (1)
- TNI (1)
- Topik (1)
- Tottenham (1)
- Traveloka (1)
- Tren (4)
- turki (1)
- ucapanselamat (1)
- vaksinasi (8)
- vietnam (1)
- Virus Corona (327)
- wisata (47)
- Yerusalem (1)
- Yogyakarta (16)
- Zinedine Zidane (1)
Arsip Blog
-
▼
2021
(354)
-
▼
Januari
(354)
- Di Hadapan Bea Cukai, KKSS Batam: Sampai Kapanpun ...
- Pemko Beri Pelatihan 630 Tenaga Kerja, Ini Tanggal...
- Perang Petasan dan Lempar Batu Warnai Tawuran Warg...
- Polda Metro Patroli Keliling hingga Tengah Malam P...
- Gelandangan Stasiun dan Kelompok Tuyul Bentrok di ...
- Konsumsi Banyak Kopi Bisa Turunkan Risiko Kanker P...
- Khawatir Serangan dari Orang Dalam FBI Periksa 25...
- Kasus Narkoba, Tio Pakusadewo Divonis Satu Tahun Bui
- Jika Saudi Beri Kepastian, Kloter Pertama Haji 202...
- Mengenal Terapi Plasma Darah untuk Pasien Covid-19
- Unilever Indonesia Siap Distribusikan Vaksin Covid-19
- Joe Biden Diminta untuk Lajutkan Pembicaraan Damai...
- Khawatir Serangan dari Orang Dalam, FBI Periksa 25...
- Calo Penerimaan Polisi Raup Rp900 Juta Usai Tipu 2...
- CEK FAKTA: Tidak Benar BPOM Ditekan dan Diancam Ag...
- Gembong Narkoba Kabur Saat Pengembangan Kasus, Pol...
- Viral Video Harimau Loreng Diduga di Lereng Gunung...
- Viral Video Anak-Anak Bermain Saat Ombak Tinggi, B...
- Aniaya Pacar, Nasib Pria di Surabaya Berujung Bui
- Heboh Tiket Lion Air Jakarta-Singapura Rp 150 Ribu
- Pemicu Tawuran Manggarai, Lempar Petasan sampai Le...
- Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran...
- Ahli China Dan WHO Bertanggung Jawab Atas Mewabahn...
- Produk RI Bikin Resah Malaysia Akhirnya Gagal Diha...
- Serangan Terakhir Trump Jelang Lengser, Larang Hua...
- Polisi Buru Penyebar Hoaks Vaksinasi Tewaskan Kasd...
- Indonesia Menuju 1 juta Kasus Positif Covid 19
- Airlangga : TNI dan Polri Diterjunkan untuk Kawal ...
- Mata uang Rupiah Menguat ke Rp 14 ribu ke atas US$
- KNKT Berhasil Unduh Data FDR Pesawat Sriwijaya Air...
- Dikirimi Teman Video Gisel, Wijaya Saputra Akui Le...
- Air Terjun Efrata Samosir, Tempat Wisata Indah dek...
- Evakuasi Sriwijaya Air SJ 182 Terkendala Gelombang...
- Istana Tak Tahu soal Kabar Airlangga Hartarto Pern...
- Septian David Maulana: Negara Lain Sudah Berkompetisi
- Tinjau Penanganan Gempa di Majene dan Mamuju, Joko...
- Batu Marompa Samosir, Tempat Wisata dengan Spot Fo...
- Hati-Hati Penipuan Pendaftaran Gelombang 12 Progra...
- BNPB Berupaya Tangani Gempa Sulbar dengan Prosedur...
- Hari ke-11, Pencarian Puing dan Korban Sriwijaya A...
- Lirik Lagu Katakan Sejujurnya - Armada
- Pria di Banyuwangi Ini Nekat Perkosa Saudara Istri...
- Satgas: Provinsi Sumut di Urutan 11 Kasus Covid-19...
- Contek Jepang, Menaker Berikan Jaminan Kehilangan ...
- Warga Sulut Positif Covid-19 Bertambah 145 Orang
- Hari Keempat, Tinggi Air di Banjarmasin Belum Juga...
- Mensos Risma: Erupsi Gunung Semeru Mungkin Dampak ...
- Seorang Pemuda di Garut Ditemukan Tewas dalam Salu...
- Kadiskum Lantamal IV Beri Sosialisasi Kesadaran Di...
- Lantamal IV Peduli Pasca Korban Banjir dan Tanah L...
- Wali Kota Batam Muhammad Rudi Tinjau Kondisi Simpa...
- Menyelam Sungai dan Bersihkan Sampah untuk Selamat...
- Inafis Polri Cek CCTV Bandara Soekarno-Hatta untuk...
- Sebuah Kapal Rusia Tenggelam di Perairan Turki
- Selain itu juga Penataan Kawasan Doyo Baru senilai...
- AS Terancam Perang Saudara Jelang Pelantikan Joe B...
- di-balik-pembunuhan-yuliana-sang-pelanggan-tak-pua...
- Mengenal Haji Pertama, Pengusaha Papan Atas Batam ...
- Polres Hulu Sungai Utara Terendam Banjir, 11 Tahan...
- 19.435 Orang Mengungsi Akibat Gempa Mamuju dan Majene
- Lima Cara Cerdas Melindungi Mobil Sehabis Hujan Bi...
- Pembunuhan Janda Muda di Palembang Dipicu Masalah ...
- Hari Pertama Menjabat Joe Biden akan Cabut Laranga...
- Patung Dewi Kwan Im Tertinggi di Asia Tenggara, Pe...
- Fakta-fakta Rumah Korban Sriwijaya Air SJ 182 Dibo...
- Matahari adalah Bintang Pusat Tata Surya, Ketahui ...
- Rumah Baru Baim Wong Nyaris Disegel baca selengkapnya
- Sekjen PBB Sambut Baik Rencana Penyelenggaraan Pem...
- PSBB Ketat, Tawuran Antara Sekelompok Remaja Pecah...
- Kejar Pencucian Uang Wawan, KPK Ajukan Kasasi Voni...
- ini-kriteria-orang-yang-tak-bisa-disuntik-vaksin-c...
- Gunung Merapi Kembali Menyemburkan Awan Panas Seja...
- VIRAL Pemuda Kaget Lihat Foto Orangtua Pengantin d...
- Perut Membesar hingga Putus Sekolah, Begini Kondis...
- wanita-muda-tewas-bersimbah-darah-di-denpasar-poli...
- Di Kanwil DJBC Kepri, KKSS dan Warga Bugis Makassa...
- Satgas Covid-19 Sebut 17 Orang dengan Kriteria Ini...
- Rel Terendam Banjir, Perjalanan Kereta Api Rute Se...
- Tim SAR Temukan Dompet dan Handphone Penumpang Sri...
- RSUD Andi Makkasau Parepare Rawat 2 Korban Gempa S...
- Didampingi oleh Danramil 03/Nongsa, Bobi Alexander...
- Antisipasi Covid-19 di Pengungsian, Kepala BNPB Mi...
- Innalillahi! Ada Helikopter Jatuh, 7 Orang Tewas
- Aunur Rafiq Yakin Vaksinasi di Kabupaten Karimun F...
- Pemko Batam Mulai Salurkan Program Sembako untuk M...
- Ini Tanggapan KKSS Kota Batam Terkait Penembakan y...
- Pemenang Pilkada Pematangsiantar Wafat, Wali Kota:...
- Bantu Evakuasi Korban Gempa, Pemkot Palu Janjikan ...
- Penularan Covid-19 di Solo Masih Tinggi, Wali Kota...
- Gunung Merapi Erupsi, Muntahkan Awan Panas Sejauh ...
- Bocah Lelaki Dipaksa Operasi Ganti Kelamin kemudia...
- Sukseskan Vaksinasi, Bangkitkan Kembali Ekonomi
- Aksi OPM Sita Perhatian, Begini Langkah Tegas yang...
- Udahlah! Raffi Ahmad Mundur Aja dari Program Vaksi...
- Danlanlantamal IV Pimpin Upacara Tabur Bunga Dalam...
- Usai Disuntik Vaksin, Wakil Wali Kota Batam, Amsak...
- 2 Anak Korban Gempa Majene Terjebak Reruntuhan
- Industri Tekstil Desak Evaluasi Kebijakan Impor
- Gunung Merapi Muntahkan Guguran Lava Pijar
- Pembunuh Perempuan di Tanjungpinang Ditangkap di B...
-
▼
Januari
(354)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar